Senin, 19 September 2011

kisah legenda' Pohon, Daun dan Angin'

Pohon, Daun dan Angin
   "Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan
   cintamu. Cinta tidak
   membutuhkan keraguan, tunjukkan saja !!"
   Pohon, Dan dan Angin adalah 3 orang yang berbeda.


   POHON
   Alasan mengapa orang2 memanggilku "Pohon" karena aku
   sangat baik dalam
   menggambar pohon.
   Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada
   sisi kanan sebagai
   trademark pada semua lukisanku.

   Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika
   aku masih di SMA. Ada
   satu wanita yang aku sangat aku cintai,
   tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.
   Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy,
   dsb, dia sangat
   peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya
   wanita biasa saja.

   Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya
   yang innocent dan apa
   adanya, kemandiriannya,
   aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.

   Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa
   dia yang sangat biasa
   dan tidak serasi untukku.
   Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang
   indah ini akan hilang.
   Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan
   menyakitinya.

   Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan
   memilikinya tiada batasnya
   dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk
   dia.
   Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam
   berbagai pergumulan
   selama 3 tahun ini.

   Dia tau aku mengejar gadis2 lain, dan aku telah
   membuatnya menangis selama 3
   tahun.
   Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat
   olehnya.
   Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata
   "lanjutkan saja" dan
   setelah itu pergi meninggalkan kami.
   Esoknya, matanya bengkak .. dan merah ..
   Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang
   menyebabkannya menangis, but aku
   tertawa dengannya seharian.

   Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas
   untuk menangis.
   Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan sepakbola
   untuk mengambil
   sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama
   sejam-an.
   Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali
   mereka berdua perang
   dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai perang
   dingin.
   Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak
   padanya dan matanya
   penuh dengan air mata sedih dan kaget.
   Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi
   meninggalkannya bersama pacarku.

   Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti
   tidak ada yang terjadi
   sebelumnya.
   Aku tau bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia
   tidak tau bahwa sakit
   hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
   Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku
   mengajaknya pergi.

   Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada
   sesuatu yang ingin
   kukatakan padanya.
   Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga
   ada sesuatu yang ingin
   dia katakan pada ku.

   Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku
   dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu
   hubungan dengan seseorang.
   Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini.
   Pria yang baik, penuh
   energi dan menarik.

   Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku,
   tapi hanya bisa
   tersenyum dan mengucapkan selamat padanya.
   Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah
   kuat dan aku tidak dapat
   menahannya.
   Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak
   bisa bernapas dan ingin
   berteriak namun tidak bisa.
   Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering
   aku melihatnya
   menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.

   Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di
   Handphoneku. SMS itu dikirim 10
   hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
   SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup
   atau karena Pohon tidak
   memintanya untuk tinggal ?".


   DAUN
   Selama SMA, aku suka mengoleksi daun2, kenapa? Karena
   aku merasa bahwa daun
   untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali
   selama ini membutuhkan
   banyak kekuatan. Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan
   seorang pria, bukan
   sebagai pacar tapi "Sahabat".
   Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama
   kalinya, Aku mempelajari
   sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari
   sebelumnya - ....yaitu...
   CEMBURU.

   Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan
   menggunakan Lemon. Hal
   itu seperti 100 butir lemon busuk.
   Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka
   putus, aku menyembunyikan
   perasaan yang luar biasa gembiranya.
   Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
   Aku menyukainya dan
   aku tau bahwa dia juga menyukaiku,
   but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia
   mencintaiku, mengapa dia
   tidak yang memulainya dulu untuk melangkah?
   Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit.
   Waktu berjalan dan
   berjalan, hatiku sakit.

   Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk
   sebelah tangan,
   tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik
   diluar perlakuannya
   hanya untuk seorang teman?
   Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tau
   kesukaannya, kebiasaan
   nya.
   Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui.
   Kau tidak mengharap
   kan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?

   Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberikannya
   perhatian,
   menemaninya, dan mencintainya.
   Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan
   mencintaiku. Hal itu seperti
   menunggu telphonenya setiap malam,
   mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk
   apapun dia, dia pasti
   meluangkan waktunya untuk ku.
   Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat utnuk
   kulalui dan aku mau
   menyerah.
   Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan
   Sakit hati, dan dilema
   yang menemaniku selama 3 tahun ini.

   Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku.
   Dia adalah adik kelasku,
   setiap hari dia mengejarku tanpa lelah.
   Dari penolakan2 yang telah ditunjukkan, aku merasa
   bahwa aku ingin
   memberikan dia ruang kecil dihatiku.
   Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba
   meniup daun untuk terbang
   dari pohon.

   Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan
   Angin ini ruang yang
   kecil di hatiku.
   Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh
   jauh dan ketempat yang
   lebih baik.
   Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya
   tersenyum dan tidak
   memintaku untuk tinggal,
   aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.

   "Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak
   memintanya untuk
   tinggal"


   ANGIN
   Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena
   dia sangat bergantung
   pada Pohon,
   jadi aku harus menjadi Angin yang kuat. Angin akan
   meniup Daun terbang jauh.

   Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku
   pindah sekolah. Aku
   melihat seorang memperhatikan kami bermain sepakbola.
   Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau
   dengan teman2nya
   memerhatikan Pohon.
   Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di
   matanya. Ketika Pohon
   melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.
   Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun
   yang suka melihat Pohon.

   Suatu hari, dia tdk tampak, aku merasakan kehilangan.
   Seniorku juga tidak
   ada saat itu.
   Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang
   memperhatikan daun.
   Air mata mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi,
   besoknya, aku melihat
   Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon.
   Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan
   dan memberikan
   kepadanya. Dia sangat kaget.
   Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima
   catatanku. Besoknya, dia
   datang, menghampiriku dan memberiku catatan.

   Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya
   pergi, hal itu karena
   Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
   Aku melihat ke arahnya dengan kata2 tersebut dan pelan
   dia mulai berkata
   padaku dan menerima kehadiranku dan telp ku.

   Aku tau orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan
   berusaha agar suatu
   hari dia menyukai aku.
   Selama 4 bln, Aku telah mengucapkan kata Cinta tidak
   kurang dari 20x
   kepadanya.
   Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan .. tapi aku
   tidak menyerah, aku
   memutuskan untuk memiliki dia
   dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.

   Aku bertanya," Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak
   pernah membalas?",
   dia berkata, "Aku menengadahkan kepalaku". "Ah?" Aku
   tidak percaya apa yang
   aku dengar.
   "Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak. Aku
   meletakkan telp, berpakaian
   dan naik taxi ke tempat dia,
   dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat2.

   "Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon
   tidak memintanya untuk tinggal".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar