Selasa, 29 Maret 2011

buat yang punya jerawat

tips menghilangkan jerawat..

Ambil satu daun Lidah buaya
Potong beberapa bagian
Kelupas Kulit luarnya
Oleskan dibagian yang muncul jerawat
Ulangi tiap pagi dan Sore

gampangkann... semoga lekas hilang ya jerawatnya.. :-)

diambil dari  : http://haqiqie.wordpress.com/

Jumat, 25 Maret 2011

belajar bikin pempek

diambil dari blog pempek palembang, mba dewi dkk.. :)
Adonan Pempek Palembang
Bahan Dasar Utama :
Daging ikan giling halus(tengiri atau gabus)
Tepung SAGU atau tepung kanji (tapioka), Air, garam halus secukupnya, penyedap secukupnya.

Catatan :
perbandingan antara Ikan dan sagu bisa 1:1 atau 1:3/4 atau 1:1/2, semakin banyak ikan semakin enak, tapi maksimal ikan 1 kg tepung sagu 0,5 kg.

 
Cara membuat adonan dasar

PEMPEK PALEMBANG

BAHAN:
500 gram daging ikan tenggiri atau ikan gabus giling.
10 sendok makan air es/dingin
150 gram tepung sagu atau tepung kanji/tapioka
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh vetsin
 
CARA MEMBUAT :
1.      Keluarkan daging ikan giling dari freezer, cairkan.
2.     Masukkan air es, vetsin, dan garam. Aduk sampai lengket.
3.    Tambahkan tepung sagu atau kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni/diuli hingga tidak        menempel lagi ditangan.
4.    Uleni/Uli adonan sampai rata
   
5.    Ambil sedikit adonan dasar dan dibentuk sesuai dengan jenis pempek.
Pempek Ada'an
  1. BAHAN :
    600 gram ikan tenggiri
    200 ml air es
    3 butir kuning telur
    4-6 siung bawang merah, iris halus
    2 batang daun bawang cincang halus
    300 gram tepung kanji
    2 sendok makan terigu
    1 sendok the gula pasir
    1 sendok the garam
    1-2 sendok bawang goreng

    CARA MEMBUAT :
    campur ikan, air es, telur kuning, aduk sampai tercampur rata, masukan sisa bahan. aduk sampai rata lagi. siapkan minyak panas agak banyak,(wajan/panci yang agak dalam agar adonan tenggelam),bentuk adonan bulat2 sepert cara membikin bulatan bakso bakso, masukan ke dalam minyak panas, goreng hingga matang 





    SAUS CUKA BUAT PEMPEK

    Kuah atau saos cair yang menjadi paduan dikala makan pempek disebut CUKO, sebetulnya KUNCI lezatnya pempek adalah terletak dari enak tidak nya cuko ini, oleh karena itu orang pempeknya boleh pulen atau pas adonannya tetapi bilacukonya tidak pas, he he he rasanya bakal tidak keruan deh….

    BAHAN:                
    • 500 gram gula merah/gula aren warna coklat tua
    • 50 gram asam jawa
    • 4 sendok teh cuka putih/cuka dixi (untuk mengawetkan)
    • 5 gelas air
    • 5-8 siung bawang putih, cincang halus atau tumbuk
    • 2 sendok makan ebi dihaluskan (Lihat Tips)
    • 20-30 buah cabai rawit, dihaluskan (Lihat Tips)
    • 1 sendok makan tongcai berikut tangkainya, cincang/giling halus
    • 1-2 sendok teh garam (disesuaikan)

    CARA MEMBUAT:
    1.    Didihkan air dan gula merah, asam jawa, air, dan cuka dengan api kecil , setelah gula larut, angkat lalu saring.
    2.    Masukkan bawang putih, ebi, cabai rawit, garam, dan tongcai.
    3.    Memasukkan cabai, garam sebaik nya sambil di cicip, disesuaikan dengan selera. 4.    Didihkan kembali lalu angkat.
    Tips :
    1. Jika ingin cuko nya enak ulek campuran cabe dan bwng putih sehari sebelumnya.
    2. Jika tidak suka kepedasan, sebaiknya cabe rawit yg dihaluskan, tidak dimasukkan ke dalam cuka, tetapi biarkan terpisah, sehingga pada saat mau makan pempek sajah, cabe halus tadi baru dicampurkan ke adonan cuka sehingga bisa di kira-kira pedasnya.
    3. Cabe rawit boleh di campur dengan cabe merah sedikit.
    4. Gula merah yg dipakai sebaiknya gula batok yang tidak berbau angit sehingga adonan cuko tidak terasa pahit.
    5. Ebi halus juga, boleh dipisah seperti halnya cabe rawit tadi, pada saat makan baru dicampurkan, agar aromanya ebi tetap muncul.
    6. Untuk memperoleh cuko yg sedap dan beraroma, inapkan cuko sehari.

Rabu, 23 Maret 2011

mubazirkahhh... :-)


#copas dari kisah2 inspiratif...
 Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata, "Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos". Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya... mengingat di luar sana berjuta - juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata, "Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek."

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. "Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini.... Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani."

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya... Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini...

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalah ide nya.... Pak dosen berkata seperti ini kepada mahasiswinya.. "Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti.." .. Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar ... yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya.. "Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?" "Sejak saya kuliah di ITB , Pak." Jawab sang gadis. Kemudian dosen itu melanjutkan ,"Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyisir rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti." Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen.... Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen, dan berkata , "Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya."

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story... Lecture from Physics Engineering, ITB .

*copas dari
http://www.facebook.com/lukman.prananto?ref=ts#/lukman.prananto?v=app_2347471856&ref=ts

Rabu, 09 Maret 2011

just copas.. jam yang berdetak

alkisah ada seorang pembuat jam berkata kepada jam yang di buatnya."hai jam apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.104.000 kali selama setahun?haa kata jam,,,mana mungkin??

kemuadian pembuat jam tangan bertanya kemnbali"bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari? lalu jam pun menjawab dengan penuh keraguan, mana bisa aku melakukannya!!!,

si pembuat jam tak menyerah untuk bertanya lagi,,"bagaimana kalau 3600 kali dalam sejam? jam tersebut kembali menjawab,3600 kali? wah banyak sekali''''',,,...

lalu sang pembuat jam berkata kepada si jam"kalau begitu kamu berdetak saja satu kali setiap detik...lalu si jam menjawab dengan antusias"haaaa kalo segitu sih aku sanggup....!!

maka setelah selesai di buat jam itu berdetak 1 kali setiap detik. tanpa terasa detik demi detik terus berlalu dan jam itu pun sungguh luar biasa dalam satu tahun ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Renungkan......!!!
segala sesuatu yang kita anggap berat ternyata dapat dilakukan dengan mudah bila kita memulai melakukannya dari hal yang kecil,,,dan keberhasilan besar akan diraih dengan meraih dan mengumpulkan keberhasilan2 kecil...


dipostkan dari blog SUNDA_PISAN

Rabu, 02 Maret 2011

Keserakahan Vs Kebahagiaan ....





Ada kisah menarik dari Willi Hoffsuemmer beliau pernah menulis kisah tentang Smith dan guru kepala yang sedang berdiri dekat gelanggang anak-anak, tempat anak-anak bersukaria sepuasnya. Smith bertanya kepada guru kepala, “Mengapa terjadi bahwa setiap orang ingin bahagia,namun sangat sedikit yang mengalaminya?” Sang guru kepala memandang ke arah gelanggang anak-anak, lantas menjawab, “Anak-anak itu tampak
sungguh bahagia.”

Dengan agak keheranan, Smith berkata, “Sudah tentu mereka bahagia karena satu-satunya yang mereka lakukan adalah bermain.” “Kamu benar,” ucap sang guru, “tetapi apa yang sesungguhnya menghalangi kaum dewasa berbahagia seperti itu juga dapat menghalangi anak-anak berbahagia.”

Sang guru merogoh saku celananya, mengambil segenggam kepingan uang logam, lantas menghamburkannya di tengah-tengah anak-anak yang sedang bermain. Spontan saja semua sorak gembira terhenti. Anak-anak saling menindih dan berkelahi untuk merebut kepingan uang tersebut.

Kemudian, guru kepala berkata kepada Smith, “Menurut kamu, hal apa yang menyebabkan mereka mengakhiri kebahagiaan mereka?” Smith menjawab, “Perkelahian!” Lanjut si guru, “Ya, tapi apa yang memicu dan memacu perkelahian itu?” Agak tersipu-sipu dan ragu, Smith menjawab, “Keserakahan.” Guru itu menjawab, “Bagus, kamu telah menemukan jawaban sendiri.” (Diadaptasi dari Simon Filantropha, “Monster yang Memangsa
Diri Sendiri,” Jawa Pos, Rabu, 2 Januari 2008).

Kita hidup dalam lingkungan yang serakah. Keserakahan itu ada di mana-mana. Ia bagaikan wabah penyakit yang menyebar di mana-mana dan ke mana-mana. Mengapa orang menjarah kepunyaan orang yang lain? Salah satunya pasti karena ada keserakahan dalam hati. Mengapa orang menipu untuk mengambil uang orang lain? Salah satunya adalah karena keserakahan. Mengapa hubungan persaudaraan bisa runtuh ketika
menyentuh soal warisan? Salah satunya pasti karena keserakahan.

Nabi Muhammad SAW berkata : “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ingin memiliki lembah emas kedua ; seandainya ia memiliki lembah emas kedua, ia ingin memiliki lembah emas yang ketiga. Baru puas nafsu anak Adam kalau sudah masuk tanah. Dan Allah akan menerima taubat orang yang mau kembali kepada-Nya.” (hadis riwayat :Bukhori Muslim)

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa keserakahan itu tidak ada habisnya. Kelaparan dan kemiskinan terjadi karena adanya orang-orang yang serakah menumpuk harta dan tidak mau membagi hartanya kepada orang yang miskin.

Tak pantas kita hidup mewah dan mempromosikan kemewahan sementara banyak orang miskin di sekeliling kita. Banyak anak-anak dan balita-balita miskin yang berkeliaran di jalan untuk mencari makan.
Mereka bukan hanya menghadapi kemiskinan, tapi juga mendapat resiko diperkosa oleh orang-orang dewasa. Harusnya dengan uang yang ada kita membantu mereka ke luar dari kemiskinan sehingga tidak berkeliaran dijalan mencari uang, tapi saat ini seperti semua orang berlomba mencari harta yang banyak untuk di pamerkan ke lingkungan sekitar, sadarilah keserakahan tidak akan membawa manfaat selain kehancuran dan
penderitaan yang tiada berakhir.

Meski kita tetap harus berusaha dalam hidup ini, namun biasakan hidup merasa cukup dan selalu bersyukur niscaya anda akan bahagia. Orang yang serakah dan tidak pernah merasa puas, selalu merasa ada yang kurang dan tidak bahagia, keserakahan adalah awal dari sebuah kejahatan yang lebih besar. Jadi hentikan keserakahan dan gaya hidup mewah mulailah hidup sederhana dan rajin berbagi, untuk kehidupan kita yang lebih baik, sekarang dan yang akan datang.

"Kebahagian bukan dari harta, melainkan dari hati yang menerima dan bersyukur"


Selasa, 01 Maret 2011

Orang Sukses Bertahan Hingga Akhir..






Bayangkan ada dua orang yang sedang berusaha untuk memecahkan sebuah batu besar. Sebut saja Pak Yakin dan pak Ragu. Mereka berdampingan dan masing-masing memegang sebuah palu ukuran besar. Di hadapan mereka masing-masing ada sebuah batu yang harus dihancurkan. Dengan sekuat tenaga palu tersebut diayunkan menghantam batu besar tersebut. secara bersama-sama. Apa yang terjadi? Batu pertama tidak berubah sedikitpun begitu juga batu kedua. Lalu mereka ayunkan lagi palu tsb. Sama saja, kedua batu itu tidak tergores sedikitpun. Terus mereka berdua mencobanya hingga mencapai puluhan kali. Sampai kepada hantaman yang ke-99 tidak ada perubahan sama sekali.

"Ah, sudahlah, percuma saja kita membuang-buang tenaga, batu ini keras sekali tidak bisa dihancurkan", kata Pak Ragu.

"Bersabarlah kawan, Insya Allah bisa kita hancurkan" jawab Pak Yakin.
"Ya sudah kau teruskan saja pekerjaan sia-sia ini, aku mau pulang saja" kata Pak Ragu dengan kesal.

"Aku yakin sebentar lagi batu ini akan hancur" jawab Pak Yakin dengan senyum.
"Terserah kaulah, bagiku batu itu seperti terbuat dari baja, percuma saja " Pak Ragu berkata demikian sambil bergegas meninggalkan tempat itu dengan putus asa.

Tidak lama setelah Pak Ragu pergi, Pak Yakin kembali mengangkat palunya ke udara, dan bersiap menghantam kembali batu tsb. Pak Yakin melihat sedikit retakan pada batu tsb. Semakin yakinlah ia bahwa batu itu bisa dihancurkan. Kembali ia mengayunkan palunya dan menghantamkan pada batu tsb, akhirnya batu tersebut terbelah pada pukulan yang ke-101.
Alhamdulillah, aku berhasil, Pak Yakin bersyukur pada Allah.

Kisah singkat di atas menggambarkan kepada kita betapa pentingnya sikap mental berjuang, tidak mudah putus asa, semangat dan yakin akan kesuksesan dan pertolongan dari Allah. Pak Ragu dan Pak Yakin pada awalnya bersemangat untuk menghancurkan batu tsb. Namun setelah pukulan yang ke-99 Pak Ragu menyerah, sedangkan Pak Yakin tetap berjuang. Dan akhirnya batu tsb. dapat terbelah. Pak Ragu tidak sadar bahwa sebetulnya hantaman-hantaman yang ia lakukan sebetulnya sudah melemahkan struktur di dalam batu tsb. Walaupun tidak nampak dari luar. Namun karena ia menyerah begitu saja, maka jadilah ia orang yang gagal. Sedangkan Pak Yakin menjadi sukses karena mampu bertahan dan bersabar. Maka, yang menjadi sia-sia, membuang-buang waktu adalah Pak Ragu, bukan Pak Yakin. Bayangkan, hanya menunggu dua kali hantaman lagi sebenarnya batu itu dapat dihancurkan, sayang sekali bukan? Maka, jika kita menemukan sebuah kesulitan, janganlah mudah menyerah dalam mengatasinya.
Allah Maha Mengetahui ukuran kesulitan yang kita hadapi. Yakinlah bahwa kita bisa mengatasinya.

Kekuatan Doa.. Just Copas.. lagiii. :))





Suatu ketika dalam final sebuah lomba mobil balap mainan. Tersisa 4 orang anak dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Anton. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Anton lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang.
Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Anton meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan terbuka memanjatkan doa.

Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo...cepat. .cepat, maju..maju" , begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.
Dan, Anton lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Anton. Ia berucap, dan berdoa lagi dalam hati. "Terima kasih." Saat pembagian piala tiba. Anton maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?".
Anton terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Anton. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Sahabat, Anton tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Anton, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Anton, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Anton bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah.

Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Jadi Sahabat, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian-Nya.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.