teringat pada suatu hari..
saat itu mau potong rambut ditempat langganan...
dan kebetulan gak ada yang bisa nganterin.. jadi terpaksalah naik angkot, padahal kalo naik angkot nanggung banget, karena gak lewat pas didepan salon itu, dan harus disambung dengan naik becak. Turun dari angkot, kulihat seorang abang tukang becak yang kira2 umurnya udah 50 tahunan bergegas menghampiri dan menawariku naik. Aku pun naik tanpa menawar lagi.. karena memang berniat memberi lebih sebagai tipsnya. Biasanya untuk jarak yang tidak begitu jauh, kita memberi 5000 rupiah untuk jasanya.. Begitu sampai didepan salon aku turun dan mengulurkan uang 10 ribuan, sambil mengucapkan terimakasih. Bapak itu langsung merogoh kantung bajunya untuk mencari kembalian. tapi aku segera mencegahnya dan mengatakan bahwa gak usah dikembalikan. Sambil mengucap Alhamdulillah, dia mencium uang sepuluh ribu itu dan melafazkan doa selamat yang panjang untukku. berulangkali terimakasih terucap dari bibir dan mata tuanya .. begitu penuh rasa syukur...
Aku merasa tersentak jugaa.. bapak itu.. yang hanya dilebihkan 5000 rupiah dari yang seharusnya dia dapat.. udah begitu berterimakasih dan dengan tulus mendoakan aku... bersyukur dengan Alhamdulillah yang begitu syahduu.. Ya Allah .. sudahkah aku bersyukur seperti itu..
Atas nikmat yang begitu banyak sudah Kau berikan... Sudahkah aku bersykur dengan semestinyaa...
Semoga ya Allah.. aku termasuk hambaMu yang selalu bersyukur dan bukan hambaMu yang lalai....
amin...amin..amin..ya Robbal Alamin..
Minggu, 27 Februari 2011
Sabtu, 26 Februari 2011
Anak kecil dan pengusaha.. . just copas
Ada sebuah kisah penting yang sangat menarik dan penuh hikmah di dalamnya. Sebagai bahan renungan bagi diri kita semua.
Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, Sang Pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.
Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.
Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.
"Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya." ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.
"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."
Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.
Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."
Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.
Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.
Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" pada kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.
Kisah memberikan pelajaran berarti bagi kita seperti kepekaan terhadap lingkungan sekitar, dan pelajaran berfikir posotif terhadap semua permasalahan yang kita alami,
Rabu, 23 Februari 2011
catur bagiku.....
Bermain catur adalah hobiku...
waktu aku masih kecil.. kira2 kelas 1 sd... Bapak sering mengundang teman2 nya yang sekomplek dgn kami bermain catur dirumah.. waktunya biasanya ba'da Isya... Aku kecil sering mengamati mereka bermain.. wajah2 tegang kala rajanya diskak.. wajah2 puas karena menemukan jalan menyelamatkan kerajaan mereka dari kehancuran... gelak tawa dan terutama snyum puas wajah bapak karena berhasil memenangkan pertandingan , semuanya menarik bagiku..
hingga pelan2 aku belajar sendiri.. mengamati .. cara jalan masing2 bidak..pembukaannya.. strategi menyerang.. dan pertahanan... lama2 aku jadi pintar juga.. meski belum pernah bisa mengalahkan bapak... ;)
kalo caturdi bilang olahraga untuk mengasah otak.. itu bener banget.. karena dibutuhkan konsentrasi, dan logika serta cermat dalam perhitungan...agar kita bisa menang..
hingga ketika kelas 2 SMA, pas menang dalam lomba catur pada pekan olahraga dan seni di SMANDA, pak guru Olahraga menawarkan aku untuk ikut lomba bermain catur tingkat SMA sebandar lampung .lokasinya di SMA Dharmawiyata, sekarang jadi SMA BPK penabur kalo gak salah..
Mulanya aku ragu juga.. aku cuman bisa main dan belum pernah sekalipun bertanding keluar.. apa ntar gak malu2 in yaa...kebetulan teman sekelasku firda dan Okta juga ikut main, dan mereka mendukungku..
so akhirnya aku ikut bertanding.. dan ternyata aku mendapat juara 2 waktu itu.. not bad kata Okta.. karena memang aku belum punya pengalaman apa2....
dan kebahagiaan terbesarku adalah saat melihat senyum bangga diwajah bapak saat aku pulang menenteng piala keemasan itu...
dari situlah aku sadar.. bahwa jangan pernah menyia nyiakan kesempatan..meskipun sekecil apapun kesempatan itu.. Kita punya potensi yang jauhhh lebih besar dari yang pernah kita tau ada didiri kita... kita cuma belum (mau) menemukannya aja...
Ketika melihat leppy suami yang menganggur dimeja saat dia ambil cuti libur lelah.. iseng2 aku klik ini klik itu.. buka fesbuk.. melihat baner iklan di profil temanku meiy...lihat profil eyang Nurul abidah . yang udah sukses duluan .. sejujurnya bukan(hanya) pendapatannya yang membuatku tertarik bergabung... tapi lebih kepada bahwa semua perangkat untuk menjadi seperti mereka , aku punya semua.. waktu.. perangkat untuk akses internet,modal awal yang hanya seharga 1 porsi makan siang di RM, dan tentu saja semangat dan kemauan untuk belajar agar semuanya bisa berjalan... YA.. aku rasa aku Bisa..
'bukankah untuk sampai ke puncak tangga yang tinggi kita harus naik ke anak tangga yang pertama dulu...
dan .. cerita inipun dimulai..
sejak pertama bergabung di d'BCN.. mulai belajar mempromosikan.. belajar tau.. seperti apa bisnis ini.. akankah semuanya akan berhasil... itu semua tergantung dari diriku sendiri...seberapa besar perjuanganku.. temen2 yang kocak.. baik hati.. dan saling mendukung.. bener2 aku dapatkan di d'BCN.. meskipun belum mendapatkan profit seperti yang kuharapkan (karena masih awal2).. tapi yang pasti kudapatkan , aku punya sahabat baru.. dan gak lagi kesepian saat anak2 sekolah,
rajin onlen membuatku jd sring menyapa sahabat2 lama .. ^_^
dan karena dlm menjalan kan semua ini dari rumah... aku jd tetep bisa dekat dgn anak2... jdi jatah mereka gak berkurang sama sekali, meski mamanya punya kesibukan baru..
seperti belajar bermain catur... sekarang aku juga belajar .. mengamati dan mempraktekkan.. strategi2.. agar kerajaan bisnisku bisa bertahan dan akhirnya keluar sebagai pemenang...
Ya... Semoga aku Bisa.... ^_^v
waktu aku masih kecil.. kira2 kelas 1 sd... Bapak sering mengundang teman2 nya yang sekomplek dgn kami bermain catur dirumah.. waktunya biasanya ba'da Isya... Aku kecil sering mengamati mereka bermain.. wajah2 tegang kala rajanya diskak.. wajah2 puas karena menemukan jalan menyelamatkan kerajaan mereka dari kehancuran... gelak tawa dan terutama snyum puas wajah bapak karena berhasil memenangkan pertandingan , semuanya menarik bagiku..
hingga pelan2 aku belajar sendiri.. mengamati .. cara jalan masing2 bidak..pembukaannya.. strategi menyerang.. dan pertahanan... lama2 aku jadi pintar juga.. meski belum pernah bisa mengalahkan bapak... ;)
kalo caturdi bilang olahraga untuk mengasah otak.. itu bener banget.. karena dibutuhkan konsentrasi, dan logika serta cermat dalam perhitungan...agar kita bisa menang..
hingga ketika kelas 2 SMA, pas menang dalam lomba catur pada pekan olahraga dan seni di SMANDA, pak guru Olahraga menawarkan aku untuk ikut lomba bermain catur tingkat SMA sebandar lampung .lokasinya di SMA Dharmawiyata, sekarang jadi SMA BPK penabur kalo gak salah..
Mulanya aku ragu juga.. aku cuman bisa main dan belum pernah sekalipun bertanding keluar.. apa ntar gak malu2 in yaa...kebetulan teman sekelasku firda dan Okta juga ikut main, dan mereka mendukungku..
so akhirnya aku ikut bertanding.. dan ternyata aku mendapat juara 2 waktu itu.. not bad kata Okta.. karena memang aku belum punya pengalaman apa2....
dan kebahagiaan terbesarku adalah saat melihat senyum bangga diwajah bapak saat aku pulang menenteng piala keemasan itu...
dari situlah aku sadar.. bahwa jangan pernah menyia nyiakan kesempatan..meskipun sekecil apapun kesempatan itu.. Kita punya potensi yang jauhhh lebih besar dari yang pernah kita tau ada didiri kita... kita cuma belum (mau) menemukannya aja...
Ketika melihat leppy suami yang menganggur dimeja saat dia ambil cuti libur lelah.. iseng2 aku klik ini klik itu.. buka fesbuk.. melihat baner iklan di profil temanku meiy...lihat profil eyang Nurul abidah . yang udah sukses duluan .. sejujurnya bukan(hanya) pendapatannya yang membuatku tertarik bergabung... tapi lebih kepada bahwa semua perangkat untuk menjadi seperti mereka , aku punya semua.. waktu.. perangkat untuk akses internet,modal awal yang hanya seharga 1 porsi makan siang di RM, dan tentu saja semangat dan kemauan untuk belajar agar semuanya bisa berjalan... YA.. aku rasa aku Bisa..
'bukankah untuk sampai ke puncak tangga yang tinggi kita harus naik ke anak tangga yang pertama dulu...
dan .. cerita inipun dimulai..
sejak pertama bergabung di d'BCN.. mulai belajar mempromosikan.. belajar tau.. seperti apa bisnis ini.. akankah semuanya akan berhasil... itu semua tergantung dari diriku sendiri...seberapa besar perjuanganku.. temen2 yang kocak.. baik hati.. dan saling mendukung.. bener2 aku dapatkan di d'BCN.. meskipun belum mendapatkan profit seperti yang kuharapkan (karena masih awal2).. tapi yang pasti kudapatkan , aku punya sahabat baru.. dan gak lagi kesepian saat anak2 sekolah,
rajin onlen membuatku jd sring menyapa sahabat2 lama .. ^_^
dan karena dlm menjalan kan semua ini dari rumah... aku jd tetep bisa dekat dgn anak2... jdi jatah mereka gak berkurang sama sekali, meski mamanya punya kesibukan baru..
seperti belajar bermain catur... sekarang aku juga belajar .. mengamati dan mempraktekkan.. strategi2.. agar kerajaan bisnisku bisa bertahan dan akhirnya keluar sebagai pemenang...
Ya... Semoga aku Bisa.... ^_^v
Selasa, 22 Februari 2011
site PT GMP... Rumahku Istanaku...
Duluuu banget... mgkn jaman aku masih SMA...
ibuku aktif di klub tenis di Kantor Alm Bapak,
jadi sering tanding persahabatan lawan klub 2 tenis BUMN lainnya..
suatu hari.. setelah tandingan, pas saat ngobrol 2.. ada seorang ibu2 yang bercerita
tentang GMP.. betapa enak kerja disana, dengan fasilitas dan kesejahteraan yang lebih tinggi
dibanding tempat suami2 mereka bekerja.
Ibuku ikut terkagum2 dan membatin dalam hati.. 'andai saja anakku bisa disana yaa..'
keinginan itu tidak pernah tercetus dan mungkin jg sesampainya dirumah ibu udah lupa...
Duluu juga... aku pernah bercita2...
kalau menikah kelak.. ingin banget tinggal dirumah dinas yang halamannya luas...
agar kalau punya ank2.. mereka bisa bermain puas.. berlarian .. dihalaman sendiri...
Suatu pagi .. satu bulan setelah mantan pacar melamarku..
doi mapir ke kampus dan bertemu teman2 kuliahnya yang sedang rame2 membuat lamaran ke Gnung madu..
doi pun ikut2an iseng2 melamar.. karena sebenarnya dia pun udah kerja.... Hari itu adalah hari terakhir surat lamaran harus masuk..
Tak disangka.. yang semula iseng2... hanya 1 org yang dibutuhkan ..dari ratusan surat lamaran yang masuk..doi jd salah satu yang ikut seleksi untuk ikut tes tertulis ..hingga akhirnya tes wawancara... dan akhirnya keterima di Gunung Madu... Alhamdulillah...
Nun disana... dirumah ibuku... kala beliau bersujud ...ketika mendengar calon menantunya diterima di gunung madu.. tak putus ia bersyukur... bahwa doa kecil dalam hatinya..yang mungkin bahkan beliau sudah lupa..
trnyata Allah menjawabnya...
Ketika menikah... kemudian setelah lewat masa percobaan... dan diajak melihat jatah rumah yang akan kami tempati..
sejenak aku tertegun... Subhanallah...
Rumah dinas yang lumayan besar meski sedehana, dengan halaman yang luas... seperti yang dulu pernah kubayangkan... benar2 menjelma nyata...
kebetulan sajakah...
ketika hati sedang lupa...terlalu banyak lalai akan kewajiban..
teringat banyak yang udah Allah beri... terngiang ditelinga....
'maka.. nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan...'
Senin, 21 Februari 2011
asyiiikk.. jadi juga..;)
ternyata...mudah ya bikin blog...
dengan bantuan mbah google..
klik ini..klik itu .. selesai dehhh.. :)
padahal.. udah lama banget pingin bikin blog..
tapi karena kirain susah..
dan belum bener2 berusaha..
baru sekarang deh kesampaian..
Man jadda Wajada...kata sakti favorit ku.. ;)
emang kita jangan pernah menyerah sebelum perang..
karena mungkin saja musuh tidak sekuat yang kita takutkan..
jangan pernah merasa takut..
karena kebenaran pasti akan menang..^^
dengan bantuan mbah google..
klik ini..klik itu .. selesai dehhh.. :)
padahal.. udah lama banget pingin bikin blog..
tapi karena kirain susah..
dan belum bener2 berusaha..
baru sekarang deh kesampaian..
Man jadda Wajada...kata sakti favorit ku.. ;)
emang kita jangan pernah menyerah sebelum perang..
karena mungkin saja musuh tidak sekuat yang kita takutkan..
jangan pernah merasa takut..
karena kebenaran pasti akan menang..^^
Langganan:
Komentar (Atom)